Program Literasi

1. Program Inti 

Gerakan Santri Menulis Buku (GSMB):

Konsep: Target satu tahun, satu buku antologi atau karya mandiri dari setiap kelas/angkatan.

Output: Penerbitan buku ber-ISBN yang berisi kumpulan puisi, cerita pendek, esai pemikiran santri, atau memoar kehidupan pesantren.

Aksi: Mengadakan kelas menulis kreatif secara berkala dengan menghadirkan mentor profesional.

Literasi Turats Digital (Modernisasi Kitab Kuning):

Konsep: Melatih santri tingkat tinggi untuk meresensi, menerjemahkan, atau menyadur bab-bab menarik dari kitab kuning ke dalam bahasa Indonesia/Inggris modern yang mudah dipahami publik.

Output: Artikel berkala di website pesantren, majalah dinding, atau menjadi draf buku populer Islam.

Festival Literasi Santri Tahunan (FLISTAH):

Konsep: Perayaan puncak literasi bertepatan dengan Hari Santri Nasional atau momen kelulusan.

Agenda: Bazar buku karya santri, bedah buku nasional, serta perlombaan literasi (cipta puisi, orasi bahasa Arab/Inggris, dan storytelling).

2. Pengembangan Fasilitas & Ekosistem (Eco-System)

Revitalisasi Perpustakaan (The Hub of Literacy):

Mengubah perpustakaan konvensional menjadi creative space yang nyaman.

Menyediakan pojok digital (e-library) untuk mengakses jurnal ilmiah, Google Scholar, dan e-book dari Perpusnas.

Pojok Baca Asrama/Kelas (Reading Corner):

Menyediakan rak buku mini di setiap lorong asrama atau asrama komunal dengan sistem rolling buku setiap bulan agar santri selalu mendapatkan bahan bacaan baru di waktu senggang mereka.

Duta Literasi Santri (Literacy Ambassadors):

Memilih representasi santri dari setiap jenjang untuk menjadi penggerak membaca di kalangan temannya, bertugas mengelola mading, dan menggerakkan diskusi buku mingguan.

3. Integrasi Media & Teknologi

Penerbitan Mandiri Pesantren (Pesantren Press):

Membentuk lini penerbitan internal yang bekerja sama dengan penerbit nasional/ISBN untuk mempermudah proses kurasi, penyuntingan, dan pencetakan karya santri serta asatidz.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait